Empat tahun kemudian yang tersisa hanya transkrip — dan tiap angka di dalamnya dijaga sejak KRS pertama, dengan kurikulum tahun masuk yang melekat sampai lulus
Sistem akademik untuk satu perguruan tinggi — universitas, politeknik, sekolah tinggi, atau akademi: penerimaan mahasiswa baru, kurikulum, jadwal, KRS, presensi, nilai, transkrip, keuangan mahasiswa, tugas akhir, perpustakaan, dan kepegawaian. Produk pertama di katalog yang satuan waktunya semester, dan pertama yang datanya menumpuk bertahun-tahun untuk orang yang sama: pengambilan mata kuliah semester tiga menentukan apa yang boleh diambil di semester lima, dan nilai semester satu masih ikut menghitung IPK saat lulus. Dua hal menopang seluruh rancangan. Pertama, mahasiswa mengikuti kurikulum tahun masuknya — bukan kurikulum yang berlaku sekarang — sehingga memperbarui kurikulum tidak pernah mengubah syarat kelulusan angkatan lama. Kedua, tiap pengisian KRS lolos empat pemeriksaan sekaligus dalam satu transaksi terkunci: kuota kelas, bentrok jadwal, prasyarat menurut kurikulum mahasiswa itu, dan batas SKS dari IP semester sebelumnya. Empat portal melayani mahasiswa, dosen, orang tua, dan alumni, masing-masing dibatasi per baris data — bukan per menu yang disembunyikan.
Semuanya satu paket — tidak ada bagian yang dijual terpisah.
Program studi beserta akreditasi dan kurikulum berlakunya, penerimaan mahasiswa baru tiga jalur, status pendaftaran yang dipantau tanpa akun, berita, agenda, kalender akademik, profil dosen, dan unduhan panduan.
Kurikulum berversi beserta ekuivalensinya, kelas dan jadwal dengan pemeriksaan bentrok, kalender yang menggerbangi KRS dan input nilai, data dan riwayat status mahasiswa, KRS, perubahan nilai, yudisium empat syarat, PMB, tagihan dan tunggakan, tugas akhir, serta berkas pelaporan.
Mahasiswa (KRS, presensi, nilai, transkrip, tagihan, tugas akhir, perpustakaan, izin orang tua), dosen (kelas yang diampu saja), orang tua (tiga halaman, hidup dari izin yang bisa dicabut), dan alumni (transkrip, ijazah, tracer study).
Isinya berganti menurut musim kampus: pekan KRS menampilkan kelas yang hampir penuh, akhir semester menampilkan nilai yang belum masuk, tenggat pelaporan menampilkan kelengkapan berkas per prodi. Di luar musim: tunggakan, presensi mendekati ambang, dan tugas akhir yang mandek.
Tiap mahasiswa membawa satu kolom kurikulum, diisi saat NIM-nya terbit dan tidak pernah ikut berubah. Tidak ada satu pun kueri prasyarat maupun kelulusan yang membaca "kurikulum aktif" — tanpa itu, memperbarui kurikulum mengubah nasib angkatan lama tanpa ada yang menyadarinya.
Mata kuliah yang berganti nama atau bobot antar-versi dipetakan, sehingga yang sudah ditempuh di kurikulum lama tetap terhitung saat mahasiswa pindah versi. Tanpa ini, perpindahan versi berarti mengulang yang sudah lulus.
Kuota, bentrok jadwal, prasyarat, dan batas SKS dievaluasi sekaligus dalam satu penguncian baris — bukan empat kueri berurutan. Dua mahasiswa merebut kursi terakhir pada detik yang sama adalah keadaan biasa di pekan KRS, bukan kasus tepi.
Ditolak karena kuota, atau bentrok dengan kelas mana, atau prasyarat mata kuliah mana, atau melebihi jatah berapa. Mahasiswa yang membaca "gagal menyimpan" akan menelepon bagian akademik; yang membaca sebabnya menyelesaikannya sendiri dalam dua menit.
Persentase kehadiran DAN sisa toleransi terlihat sejak pertemuan pertama, plus perkiraan kehadiran akhir bila sisa pertemuan dihadiri semua. Peringatan yang datang setelah hak ujian hilang tidak menolong siapa pun.
Lewat batas input, kolom nilai terkunci sendiri. Koreksi hanya lewat pengajuan perubahan nilai yang disetujui pejabat akademik, dan nilai lama tetap tersimpan serta terbaca — termasuk pada pengajuan yang ditolak.
Dihitung ulang dari baris nilai tiap kali diminta, dengan aturan kurikulum mahasiswa itu. Mata kuliah yang diulang muncul dua kali beserta penanda mana yang menghitung IPK — menghapus yang lama membuat riwayat studi tidak bisa dijelaskan.
Kelengkapan SKS menurut kurikulumnya, IPK minimum, tunggakan keuangan, dan tunggakan pustaka — keempatnya, selalu, dengan kolom masing-masing sehingga "kenapa ditahan" terjawab tanpa bertanya. Setelah yudisium, nilai tidak bisa diubah dengan jalur apa pun.
Rekap semesteran disusun dari data yang sudah ada, tidak diketik ulang, dan kelengkapannya diperiksa dulu — disebut apa yang kurang dan di prodi mana sebelum berkasnya disusun.
Di banyak sistem, memperbarui kurikulum diam-diam mengubah syarat kelulusan semua orang, dan yang menemukannya mahasiswa tingkat akhir yang yudisiumnya ditolak karena kekurangan mata kuliah yang dulu belum ada. Di sini satu kolom di data mahasiswa menahan seluruh riwayat akademiknya agar tetap dinilai dengan aturan yang berlaku baginya.
Kelas kelebihan orang, mata kuliah yang belum boleh diambil, dan jadwal yang beririsan semuanya lahir dari pemeriksaan yang dijalankan terlambat atau terpisah. Empat pemeriksaan dalam satu penguncian membuat kursi terakhir tidak pernah terjual dua kali — dan perbaikan yang berlangsung sampai kuliah berjalan dua minggu tidak perlu ada.
Nilai terkunci setelah batas input; koreksi meninggalkan jejak beserta pemutusnya; nilai lama tidak pernah hilang; dan transkrip dihitung dari sumbernya. Angka itu jadi dasar kelulusan, beasiswa, dan lamaran kerja bertahun-tahun kemudian — koreksi yang menimpa tanpa jejak membuat semuanya tidak bisa dijelaskan.
Akun keuangan tidak bisa membuka input nilai, dan akun akademik tidak bisa membuka tagihan. Di kampus, nilai dan tunggakan adalah dua hal yang paling mungkin dipertukarkan secara tidak sah; memisahkannya membuat pertukaran menuntut dua orang, dan dua orang meninggalkan jejak yang satu orang tidak.
Akses orang tua lahir dari izin mahasiswanya dan padam saat izin dicabut — tombolnya ada di portal mahasiswa, bukan di bagian akademik. Mahasiswa adalah orang dewasa, dan membuka nilainya ke pihak lain tanpa persetujuannya bukan keputusan teknis.
Contoh penerapan yang sudah terbukti berjalan.
Beberapa fakultas, ribuan mahasiswa, kurikulum yang diperbarui tiap beberapa tahun dan angkatan lama yang harus tetap aman.
Jenjang D3 dan D4 dengan bobot praktikum besar — komponen nilai per kelas dan presensi berambang jadi inti, bukan pelengkap.
Satu rumpun ilmu, beberapa program studi. Cukup besar untuk tidak tertangani spreadsheet, belum sanggup membeli sistem berbiaya implementasi tersendiri.
Program vokasi pendek dengan transkrip dan yudisium penuh — seluruh rantai KRS sampai kelulusan tetap berlaku pada skala yang lebih kecil.
Berkas pelaporan semesteran disusun dari sumbernya dan diperiksa kelengkapannya, plus tracer study alumni yang datanya memang dituntut borang.
Ini contoh tampilannya — bisa dijelajahi, tapi belum ada data yang tersimpan.
Panel akademik dibuka lewat tautan Portal Admin di kaki setiap halaman; empat portal lewat tombol Masuk di header, lalu pilih peran. Akun peragaan tertera di halaman masuknya. Nama, NIM, dan nilai seluruhnya rekaan berpola peran.
Sistem Akademik Perguruan...
Hubungi kami
Tim kami siap membantu dari konsultasi awal hingga produk jadi. Tidak ada komitmen, tidak ada biaya tersembunyi.